Perlu Diperhatikan Bagi Jamaah Haji

BANJARNEGARA,BERITA BBN-Tahun ini, sedikitnya ada 168.800 jamaah haji asal Indonesia yang akan diberangkatkan ke tanah suci. Dari jumlah tersebut 749 jamaah berasal dari Kabupaten Banjarnegara.
Rombongan jamaah haji asal Banjarnegara akan diberangkatkan mulai 13 Agustus ini. Mereka tentunya akan lebih dahulu menuju Kota Madinah karena masuk dalam gelombang pertama yang secara keseluruhan akan diberangkatkan sejak 9 hingga 21 Agustus.
Sementara itu, prakiraan cuaca di tanah suci saat musim haji tahun ini mencapai 40 derajat celcius lebih. Bagi jamaah haji asal Banjarnegara, tentunya hal ini harus diantisipasi, mengingat sebagian besar wilayah di Banjarnegara memiliki suhu rata-rata di bawah 28 derajat. Yang perlu diantisipasi atas suhu udara yang tinggi ini adalah terjadinya dehidrasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Puji Astuti mengingatkan akan pentingnya para jamaah haji untuk menjaga kesehatan dan mengantisipasi suhu panas agar tidak terjadi dehidrasi.
“Banyak minum air putih menjadi bagian yang penting, minimal setiap orang menjaga cairan tubuh dengan minum 3-4 liter setiap hari. Sebab, udara yang semakin panas jumlah cairan yang diminum juga harus ditingkatkan. Jika tidak diantisipasi lebih lanjut kondisi panas ini dapat menyebabkan terjadi heat stroke, suatu keadaan mengancam jiwa akibat suhu tubuh yang meningkat sampai 40 derajat celsius akibat suhu di luar yang tinggi,” katanya.
Dikatakannya, selain faktor cuaca, keadaan lain yang dapat memperburuk kesehatan para jamaah adalah kelelahan akibat perjalanan yang lama dan melelahkan. Selain itu proses naik dan turun kendaraaan dari bandara menuju penginapan juga akan menyebabkan kelelahan tersebut makin menjadi.
Belum lagi proses pembagian kamar yang kadang kala berlarut-larut yang pada akhirnya keadaan ini akan membuat kelelahan para jamaah semakin menjadi.
Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jamaah dan para pimpinan kelompok adalah, agar para jamaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan. Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai dipenginapan. Walau bagaimanapun secara keseluruhan tubuh kita juga perlu istirahat walau kadang kala semangat yang ada dapat mengalahkan kelelahan tersebut.
Diingatkan, selama di Masjid diusahakan untuk tetap minum. Tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam selalu tersedia di dalam dan di seputar Masjid Nabawi. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau minuman bersoda karena dengan mengkonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi.
“Jika buang air kecil kita menjadi lebih keruh hal ini merupakan tanda bahwa kita harus meningkatkan untuk mengkonsumsi air,” ujarnya.
Makan merupakan hal penting dan selalu diperhatikan. Rasa makanan dan tidak suka makanan tertentu harusnya dibuang jauh-jauh. Rasanya tidak akan sulit untuk mencari rumah makan Indonesia dengan selera Indonesia disekitar Masjid Nabawi atau penginapan selain itu tentunya makanan yang disediakan untuk jamaah Indonesia biasanya telah disesuaikan dengan rasa lidah jamaah Indonesia.
“Yang terpenting sekali lagi jangan sampai tidak ada asupan makan baik pada pagi hari, siang hari dan malam hari. Aktivitas ibadah termasuk pergi dan pulang dari penginapan dan ke Masjid akan menghabiskan enersi kita oleh karena itu harus diimbangi makan yang cukup. Apabila asupan makan kita tidak baik tentunya secara umum hal ini juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh kita,” ujarnya.
Dia juga menyarankan pada para jamaah haji untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera berhubungan dengan petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan. Hal ini penting agar gangguan kesehatan yang terjadi dapat segera diatasi dan tidak berlarut.
Perlu diingat karena kontak satu jamaah dengan jamaah lain cukup dekat maka jika ada salah satu jamaah yang mengalami flu berupa batuk pilek akan mudah menularkan kepada yang lain. Oleh karenanya sangat penting bagi sesama jamaah untuk selalu mengingatkan apabila ada anggota kelompoknya yang sakit untuk menghubungi petugas kesehatan yang memang seharusnya ada di kloter tersebut dan siap untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji.
Bagi para jamaah yang akan berangkat, diminta terus untuk menjaga kesehatan dan tetap melakukan olah raga rutin, mengenai ibadah haji yang akan dilakukan nantinya sebagian besar mengandalkan fisik dan mental.
Penting Untuk diperhatikan
1. Minum banyak 3-4 liter untuk cegah dehidrasi, lihat warna urin untuk melihat apakah telah terjadi dehidrasi.
2. Tetap makan dan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.
3. Jangan menunda untuk menkonsumsi jatah makanan yang baru dibagikan.
4. Para jemaah menjaga agar bisa istirahat saat sampai dipenginapan.
5. Segera konsultasi ke petugas di kloter jika mempunyai permasalahan kesehatan.
6. Banyak mengonsumsi buah dan sayur-sayuran.
7. Hindari aktivitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah terutama di udara terbuka
8. Sebelum berangkat selalu menjaga kesehatan dan olah raga rutin untuk menjaga stamina. (BBN dari berbagai sumber)

Facebook Comments

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.