PJ Bupati Resmikan Pasar Karangkobar

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

BANJARNEGARA, BERITA BBN-Dua pasar besar di Banjarnegara, yakni Pasar Purwanegara dan Pasar Karangkobar secara resmi telah digunakan, peresmian duaa pasar tersebut dilakukan oleh Pj Bupati banjarnegara Prijo Anggoro.
Asisten Bidang ekonomi Dan Pembangunan Wawang A. Wahyudi mengatakan, pembangunan pasar Karangkobar sesusai kontrak menghabiskan anggaran sebesar Rp 9.837.100.000 dengan waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender.
Pembangunan pasar Karangkobar ini terdiri dari pasar induk dengan kapasitas 520 los petak, rehab kios 24 unit, rehab kantor pengelola dengan jumlah pedagang sebanyak 450 orang. Sedangkan lokasi pasar eks terminan terdiri dari los sebanyak 614 petak, 24 unit kios , kantor pengelola, ruang pertemuan, musholla, MCK, tempat sampah dengan total pedagang sebanyak 650 orang.
Selain pasar Karangkobar, revitalisasi pasar juga dilakukan di pasar Purwonegoro yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementrian Perdagangan RI dengan nilai kontrak kegiatan sebesar Rp 2.800.000.000 dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 150 hari kalender.
Pekerjaan Pembangunan pasar Purwonegoro terdiri dari pembangunan Los Pasar sebanyak 504 petak, pembangunan Musholla dan tempat wudhu, Pembangunan MCK, Pembangunan kantor pengeola pasar serta drainase pasar.
PJ Bupati Anggoro pada kesempatan tersebut mengatakan, pembangunan pasar ini merupakan satu wujud nyata pembangunan pada sektor perdagangan dengan melakukan revitalisasi pasar tradisional yang sekarang berubah istilahnya menjadi pasar rakyat.
Pembangunan pasar rakyat menjadi strategis karena pasar rakyat akan berperan sebagai sarana pemasaran hasil pertanian berseta olahannya. “Ini selaras dengan kondisi di wilayah Karangkobar yang melimpah dari sektor pertanian, sehingga membutuhkan pasar rakyat yang proporsional,” katanya.
Menurutnya, tujuan dibangunnya pasar Karangkobar adalah untuk mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar pasar, terutama pada saat hari pemasaran. Sehingga solusi pemecahannya adalah memindahkan terminal Karangkobar ke eks Puskesmas dan membongkar menjadi pasar rakyat.
Tujuannya adalah untuk menampung pedagang yang berada di luar pasar untuk berjualan di dalam pasar. Pasar lama yang menjadi pasar induk juga akan dibongkar nantinya sehingga kondisi bangunannya benar-benar baru.
“Dengan kondisi seperti sekarang diharapkan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di jalan, sehingga tidak terjadi lagi kemacetan di depan pasar induk,” katanya.
Lebih lanjut Anggoro juga meminta kepada pengelola dan pedagang pasar agar bisa mengelola pasar dengan baik sehingga bisa tertib, teratur, bersih dan aman sehingga tercipta kenyamanan baik pembeli maupun penjual.
“Jika pasar bersih dan tertib, otomatis akan meningkatkan omset penjualan jika dibandingkan dengan sebelum dibangunnya pasar,” ujarnya. (oel)

Facebook Comments

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.