Festival Jerami Antara Wisata Kreatif dan Cinta Lingkungan


BANJARNEGARA,BBN-Limbah selama ini menjadi masalah tersendiri, termasuk jerami yang selama ini hanya dibakar oleh petani usai masa panen. Padahal, limbah tersbeut dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi daya tarik pariwisata.
Melalui Festival Jerami yang baru saja digelar, jerami ternyata mampu diolah menjadi kreasi yang menarik. Tidak hanya itu, jika dikelola dengan benar selain ramah lingkungan, kerajinan dari jerami ini juga ternyata dapat menyedot wisatawan.
“Kalau hanya dibakar, tentu akan menimbulkan asap, padahal jerami ini masih bisa menjadi bahan baku bagi mereka yang kreatif, dan ini dibuktikan melalui festival jerami. Banyak wisatawan yang datang karena penasaran, mereka juga tertarik dengan berbagai karya dari jerami,” kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.
Selain itu, melalui kegiatan ini, dia juga mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan, kreatifitas juga tetap memperhatikan lingkungan, limbah yang ada dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang kreatif. Sebaba, kata dia, manusia tidak bisa dipisahkan dengan alam, sehingga manusia dituntut bijak dalam memeanfaatkan dan ikut menjaganya.
“Banyaknya jerami tentu karena banyak penanam padi, air menjadi faktor utama petani menanam padi. Artinya, sungai dan ekosistemnya juga harus dijaga, sehingga kita dituntut untuk melindungi dan memelihara lingkungan. Ini harus menjadi komitmen bersama, termasuk warga,” ujarnya.
Melestarikan lingkungan berarti kita ikut menjaga keseimbangan alam. Manusia tidak hanya mengambil, namun harus memelihara. “Jadi ketika mengambil air dari alam, maka kelestarian hutan dan mata air harus tetap terjaga. Ini satu pesan yang harus kita ambil dari festival jerami ini,” ujarnya. (oel)

Facebook Comments

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.