Pagak Menuji Desa Wisata Pertanian dan Kuliner


BANJARNEGARA,BBN-Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok terus berbenah menuju desa wisata berbasis pertanian dan kuliner. Sebagai langkah awal, selain membuat 1000 kitiran, desa tersebut juga mulai bersiap untuk menjadikan desa wisata berbasis pertanian dan kiliner.
Kepala Desa Pagak Sudarwo mengatakan, pada tahap awal, masyarakat desa telah menggelar festival layang-layang yang dilakukan di lapangan desa setempat, tak hanya itu masyarakat juga mulai menghidupkan kembali seni gumbeng yang merupakan seni tradisional desa yang saat ini sudah mulai punah.
“Kita sudah mencanangkan Desa Pagak sebagai kampung kitiran, dan ini merupakan satu bentuk pendukung dari Desa Pagak menjadi desa wisata berbasis pertanian dan kuliner, Desa Pagak juga memiliki makanan khas, yakni Sroto Pagak yang melegenda,” katanya.
Menurutnya, kegiatan festival layang-layang dan pembuatan 1000 kitiran ini dibuat murni dari swadaya masyarakat. Kebersamaan dan kekompakan warga ini menjadi modal bagi pemerintah desa dalam mengembangkan desa wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Dwi Suryanto mengatakan, kegiatan festival layang-layang dan 1000 kitiran ini merupakan bentuk awal pergerakan masyarakat sadar wisata. Kegiatan ini jelas sangat menarik untuk dikembangkan sebagai potensi pariwisata, sehingga perlu dikemas dengan baik untuk menjadikan satu daya tarik bagi wisatasan dan menjadi agenda tahunan.
“Pemerintah terus memberikan dukungan pada desa yang memiliki potensi pariwisata, saat ini ada 10 Pokdarwis yang sudah dicanangkan, dan masih ada 28 rintisan, namun Desa Pagak belum masuk, tetapi desa ini sudah melakukan terobosan dengan festival layang-layang dan kampung kitiran,” katanya.
Menurutnya, dengan kondisi yang ada, maka pemerintah melalui Dinas Pariwisata akan melakukan pendampingan pada desa yang siap untuk menjadi desa wisata, termasuk Desa Pagak yang cukup potensial menuju desa wisata.
“Kuncinya adalah dukungan dan kebersamaan masyarakat, sebab yang menjadi faktor utama keberhsilan desa wisata adalah masyarakat desa setempat,” ujarnya. (oel)

Facebook Comments

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.