Desa Pagak Kembangkan Musik Traidisional Gumbeng


BANJARNEGARA,BBN-Desa Pagak semakin mantap menuju desa wisata, selain dikenal dengan desa seribu kitiran, desa ini kini juga kembali menghidupkan seni dengan alat musik tradisional gumbeng.
Pelaku seni Tradisional sekailgus pembuat alat musik Gumbeng Sidin mengatakan, gumbeng merupakan kesenian tradisional yang dahulunya menjadi kesenian khas Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok, namun saat ini alat musik yang terbuat dari bambu ini mulai punah.
Untuk itu, dia bersama seniman tradisional yang ada di desa tersebut kembali menghidupkan kesenian gumbeng. “Kesenian ini dimainkan secara kelompok yang berjumlah delapan orang, mereka memainkan gumbeng dengan irama yang berbeda, ada melodi, dendem, gong, kecruk, dan keprak. Membuat alat musik inipun mudah dan murah,” katanya.
Menurutnya, bambu yang digunakan untuk membuat gembung adalah bambu petung yang sudah kering, bambu tersebut dibuat menjadi alat musik seperti dawai dengan ukuran yang berbeda, sehingga mengeluarkan bunyi yang berbeda pula.
Alat musik gembung adalah musik tradisional yang sudah punah sejak 15 tahun silam, namun seiring dengan perkembangan Desa Pagak yang menjadi desa wisata, maka dia menghidupkan kembali alat musik tradisional ini. “Ini alat musik khas Desa Pagak, kami ingin menjadikan alat musik ini sebagai bagian dari icon desa,” ujarnya.
Persiapan Desa Pagak menuju desa wisata juga mendapat dukungan dari pemerintah, bahkan pada Minggu (24/9), rombongan finalis duta wisata Banjarnegara tahun 2017 melakukan kunjungan ke desa tersebut, termasuk dengan mencoba alat musik tradisional khas Desa Pagak.
“Kami berharap, kunjungan finalis duta wisata ini akan ikut memromosikan desa kami,” katanya.
Terobosan yang dilakukan oleh pemerintah desa ini juga mendapatkan apresiasi dari para finalis duta wisata. “Ini menjaid motovasi bagi kami sebagai finalis duta wisata Banjarnegara, tentunya kami juga harus ikut andil dalam ikut memromosikan kebudayaan dan pariwisata yang ada di Banjarnegara,” kata Andini seorang perwakilan finalis duta wisata Banjarnegara 2017. (oel)

Facebook Comments

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.