Desa Berta Kembangkan Wisata Alam dan Agro


BANJARNEGARA,BBN-Memanfaatkan sumber daya yang ada, Desa Berta. Kecamatan Susukan mengembangkan bukit yang ada sebagai wisata alam Kampung Damar Wulan. Selain memanfaatkan keindan alam, lokasi tersebut juga dilengkapi dengan wisata agro.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Berta Suratno Gono mengatakan, pengambilan nama kawasan tersebut sebagai objek wisata alam dan agro Kampung Damar Wulan diambil dari situs sejarah yang ada di tempat tersebut. Di tempat tersebut ada mata air yang konon dahulunya sebagai tempat pertapaan Damar Wulan pada zaman kerajaan Majapahit.
“Hingga saat ini, tanah di sekitar lokasi juga berbeda dengan tanah lainnya, warga di sekitar petilasan berwarna keunguan. Sehingga selain wisata alam, ini jugamenjadi wisata budaya, religi, dan agro,” katanya.


Menurutnya, kawasan dengan ketinggian mencapai 430 MDPL tersebut saat ini banyak tanaman buah seperti jambu, durian, dan beberapa jenis buah lainnya. Beberapa fasilitas untuk para wisatawan juga mulai disiapkan, mulai gazebo, hingga akses jalan menuju puncak.
“Untuk saat ini jalurnya masih extrem, tetapi dalam empat sampai lima pekan ke depan, jalur tersebut sudah dapat dilalui oleh semua kendaraan. Areal parkir juga sudah tersedia di puncak bukit,” ujarnya.
Dikatakannya, selama ini bukit Damar Wulan tersebut sudah sering digunakan oleh para pencinta alam sebagai tempat camping, dalam sepepkan tidak kurang dari 100 orang bermalam di bukit tersebut. Selain itu, pada areal tersebut ke depan juga akan dibangun fasilitas untuk manasik haji, sebab di puncak tersebut ada dua bukit yang mirip dengan Sofa an Marwa. “Kita akan bikin miniatur ka’bah di puncak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Berta Warto mengatakan, pengembangan wisata Damar Wulan ini akan sangat mendukung pengembangan Desa Berta sebagai desa wisata, dukungan pemerintah desa dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk dengan melakukan padat karya untuk membangun jalan menuju lokasi.
“Nantinya, selain Kampung Wisata Damar Wulan, tak jauh dari lokasi juga ada tiga curug, yakni curug banteng mati, curug kedondong, dan curug duren. Ini nanti akan menjadi pusat wisata, sehingga kami memberikan nama bukit tersebut sebagai kampung wisata damar wulan,” katanya. (oel)

Facebook Comments

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.