Permintaan Trombosit Terus Meningkat


PMI Terkendala Peralatan Penyimpan

BANJARNEGARA-Permintaan Trombosit atau Fragmen sel kecil yang beredar melalui aliran darah di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Banjarnegara dalam satu bulan ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
Direktur UTD PMI Kabupaten Banjarnegara Agus Budi Susanto mengatakan, Peningkatan permintaan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, termasuk cuaca hingga peningkatan angka kejadian demam berdarah di Rumah Sakit.
Menrutnya, fungsi sangat fital dalam tubuh, karena trombosit memiliki fungsi untuk membantu membentuk gumpalan darah ketika pembuluh darah mengalami kerusakan.
“Selama bulan Oktober kemarin, total ada 27 permintaan trombosit dari beberapa pasien di Rumah Sakit dengan kecenderungan keluhan yang berfariasi,” katanya.
Dikatakannya, permintaan trombosit pada UTD PMI Kabupaten Banjarnegara untuk pasien yang mengamali penurunan kadar trombosit seperti Demam Berdarah, Trombositopemia dan Gastritiserosif (muntah darah dan peradangan dinding lambung).
Tenaga teknis Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Banjarnegara Etri Yudiarti mengatakan, pemrosesan trombosit berbeda dengan pengambilan atau pemrosesan darah pada umumnya karena dibutuhkan darah segar atau baru dan langsung diproses.
Pengolahan atau skrining dilakukan secara hati-hati, karena harus menjaga kualitas trombosit yang selanjutnya disimpan dalam suhu 22 derajat plus minus 2.
Saat ini Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Banjarnegara sudah dapat memproduksi dan memisah trombosit, hanya saja untuk menyediakan stock trombosit masih terkendala peralatan yang belum terpenuhi yakni platetel agikator inkubator yang merupakan alat untuk menyimpan trombosit dengan suhu 22 derajat plus minus 2. (oel)

Facebook Comments

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.